Dalam komunikasi lintas budaya, pemilihan kata sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman atau ketidaknyamanan. Kata-kata yang dianggap biasa dalam satu budaya bisa saja memiliki makna negatif atau ofensif di budaya lain. Untuk membangun komunikasi yang profesional dan menghormati keberagaman, penting untuk mengetahui kata-kata yang sebaiknya dihindari dalam konteks internasional.
1. Kata-Kata yang Berkonotasi Negatif atau Kasar
Beberapa kata atau frasa bisa dianggap kasar atau tidak sopan dalam komunikasi global, terutama dalam lingkungan bisnis atau profesional.
β Kata yang Harus Dihindari:
- “Cheap” β Bisa dianggap merendahkan kualitas suatu produk atau layanan. Sebagai gantinya, gunakan affordable atau cost-effective.
- “You people” β Frasa ini terdengar merendahkan dan bisa dianggap diskriminatif. Lebih baik gunakan everyone atau all of you.
- “Fat” atau “Old” β Kata-kata yang menyangkut fisik seseorang bisa dianggap tidak sopan. Sebagai gantinya, gunakan istilah yang lebih netral seperti plus-size atau senior.
2. Kata-Kata yang Bisa Menyinggung Budaya Tertentu
Beberapa istilah yang netral dalam satu bahasa bisa menjadi sensitif dalam budaya lain.
π Contoh:
- “American” untuk menyebut orang dari AS β Beberapa orang dari Amerika Latin tidak suka istilah ini karena “Amerika” adalah benua, bukan hanya satu negara. Gunakan U.S. citizen atau person from the United States.
- “Black” atau “White” untuk mendeskripsikan seseorang β Lebih baik gunakan istilah African-American, Caucasian, atau sesuai dengan identitas yang diterima di budaya tersebut.
- “Christmas” dalam konteks bisnis internasional β Tidak semua orang merayakannya. Gunakan Happy Holidays sebagai pengganti yang lebih inklusif.
3. Kata-Kata yang Bisa Disalahartikan Secara Kontekstual
Beberapa kata mungkin memiliki makna ganda atau berbeda di berbagai budaya.
β οΈ Contoh:
- “Okay” dengan simbol jari (π) β Di beberapa negara seperti Brasil dan Turki, ini dianggap sebagai isyarat yang menghina.
- “Yes” dan “No” β Di beberapa budaya, seperti Jepang atau India, orang cenderung menghindari mengatakan “No” secara langsung karena dianggap tidak sopan. Sebagai gantinya, gunakan kalimat yang lebih diplomatis seperti “I’ll consider it” atau “That might be difficult”.
- “Gay” atau “Queer” β Dalam beberapa komunitas, ini adalah istilah positif, tetapi di beberapa tempat masih dianggap tabu atau menyinggung.
4. Frasa yang Bisa Dianggap Merendahkan
Menggunakan kata-kata yang merendahkan, meskipun tidak disengaja, bisa berdampak negatif dalam komunikasi profesional.
π€ Alternatif yang Lebih Baik:
- β “That’s stupid” β β “That could be improved”
- β “You donβt understand” β β “Let me clarify”
- β “You’re wrong” β β “Let’s look at it from a different perspective”
Kesimpulan
Dalam komunikasi internasional, penting untuk memilih kata dengan hati-hati agar tidak menyinggung budaya atau nilai-nilai orang lain. Menggunakan bahasa yang netral, menghormati perbedaan budaya, dan menghindari frasa yang merendahkan akan membantu menciptakan hubungan yang lebih baik dan profesional.